Kebijakan Ekonomi Makro Tahun 2023 Akan Dorong Pemulihan dari Sumber Non-APBN

Kam, 17 Feb 2022 02:03:56am Dilihat 10 kali author Admin
Sri Muliyani

JAKARTA, PilarNews – Pemerintah akan menyusun anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2023 dengan sangat hati-hati tetap memperhatikan ancaman pandemi serta tantangan-tantangan baru seperti inflasi global. Untuk itu, kebijakan ekonomi makro tahun 2023 akan mendorong pemulihan yang berasal dari sumber-sumber pertumbuhan yang tidak hanya tergantung pada APBN.

Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, selepas mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 16 Februari 2022.

“APBN tetap akan suportif, namun sekarang peranan dari non-APBN menjadi penting. Tadi konsumsi investasi ekspor seperti yang disampaikan oleh Pak Menko (Perekonomian) di mana kenaikannya cukup tinggi dan juga yang berasal dari institusi keuangan seperti perbankan,” ujar Menteri Keuangan.

Menurut Sri Mulyani, saat ini perbankan dengan dana pihak ketiga mencapai Rp7.250 triliun dan loan to deposit ratio hanya 77% memiliki ruang untuk memulai mendukung pemulihan ekonomi dengan menyalurkan kredit. Pertumbuhan kredit saat ini juga sudah mulai pulih dan tumbuh di 5,2%, dari sebelumnya mengalami kontraksi pada tahun lalu.

Kedua, sumber pertumbuhan juga berasal dari pasar modal, dalam hal ini pasar saham dan obligasi. Pasar saham mencapai Rp7.231 triliun dan selama ini naik 3,77%, sementara pasar obligasi yang mencapai Rp4.718 triliun naiknya 9,65%. “Bisa menjadi sumber bagi pemulihan ekonomi dengan perusahaan-perusahaan bisa melakukan IPO rights issue maupun mengeluarkan obligasi. Ini karena investor domestik kita sekarang sudah mencapai 7,5 juta investor,” tambahnya.

Menteri Keuangan menjelaskan bahwa Indonesia termasuk negara yang pemulihan ekonominya sudah bisa mencapai level sebelum pandemi Covid-19, bahkan di atasnya. Hal tersebut didukung oleh pemulihan baik dari sisi permintaan seperti konsumsi, investasi, dan ekspor, maupun dari sisi produksi yaitu manufaktur, perdagangan, dan konstruksi.

“Ini adalah suatu pemulihan yang cukup cepat hanya lima kuartal kita sudah bisa kembali ke GDP sebelum terjadi musibah Covid. Banyak negara-negara di tetangga kita ASEAN maupun emerging country di dunia yang belum mencapai pre-Covid level, bahkan mereka GDP-nya masih ada di sekitar 94 sampai 97%,” imbuhnya.

Lebih jauh, Menteri Keuangan menjelaskan bahwa Presiden menekankan agar pemulihan ekonomi harus didasarkan pada produktivitas yang tinggi. Menurut Sri Mulyani, produktivitas yang tinggi hanya bisa muncul dari perbaikan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan kualitas birokrasi serta regulasi. Hal tersebut yang kemudian menjadi pokok bagi Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF).

Pemerintah juga mengidentifikasi pusat-pusat atau tren baru dari pertumbuhan ekonomi yang berasal dari beberapa hal. Pertama, sisi pola hidup normal baru sesudah pandemi, terutama berbasis kesehatan. Kedua, reformasi di bidang investasi dan perdagangan. Transformasi di sektor manufaktur baik itu industri mesin, elektronik, alat komunikasi, kimia, dan hilirisasi mineral menjadi sangat penting untuk menjadi roda atau lokomotif bagi pemulihan ekonomi.

“Ketiga, yang perlu untuk terus ditingkatkan adalah kesadaran ekonomi hijau di mana nilai ekonomi yang berasal dari karbon dan teknologi energi terbarukan akan menjadi sumber atau diandalkan menjadi sumber pertumbuhan yang baru. Ini yang akan didukung oleh APBN untuk tahun 2023, di mana kita berharap pertumbuhan ekonomi tadi seperti disampaikan ada dalam range 5,3 hingga 5,9%,” ungkapnya.

Sementara itu, dinamika lain dalam kondisi global yang harus diwaspadai menurut Menteri Keuangan adalah lonjakan inflasi dunia, terutama di negara-negara maju. Seperti diketahui, Amerika Serikat mencatatkan inflasi sebesar 7,5% pada bulan Februari ini dan hal tersebut akan mendorong kenaikan suku bunga dan pengetatan likuiditas.

“Tentu ini akan memberikan dampak spill over atau rambatan yang harus diwaspadai yaitu dalam bentuk capital flow akan mengalami pengaruh negatif dari kenaikan suku bunga, dan juga dari sisi yield atau imbal hasil dari surat berharga, yang tentu akan mendorong dari dalam hal ini biaya untuk surat utang negara,” jelasnya.

Selain di negara-negara maju, inflasi juga terjadi di negara-negara berkembang seperti Argentina dengan inflasi mencapai 50 %, Turki mencapai 48%, kemudian Brasil 10,4%, Rusia 8,7%, dan Meksiko 7,1%. “Kenaikan inflasi yang tinggi tentu akan bisa mengancam proses pemulihan ekonomi karena daya beli masyarakat tentu akan tergerus. Ini yang akan diwaspadai.” Tandasnya (pn/anita-ris) foto; Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Baja Juga

News Feed

Dinas Perpustakaan Luwu Luncurkan Inovasi Gamacca, Solusi Tingkatkan minat Baca Masyarakat

Rab, 10 Jul 2024 09:25:45am

LUWU, Pilarnewsonline.com - Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, memahami, mendengar, berbicara dan menulis yang menjadikan seseorang...

Bupati Luwu Lantik Direktur Perumda Air Minum Tirta Latimojong

Rab, 10 Jul 2024 09:20:41am

LUWU, Pilarnewsonline.com - Penjabat (PJ) Bupati Luwu, Drs. H. Muh. Saleh, M.Si melantik Mardi Saleh, SE sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah...

Rakor TP2DD, Bupati Luwu Minta Optimalkan Semua Potensi Sumber PAD

Rab, 10 Jul 2024 09:16:23am

LUWU, Pilarnewsonline.com - Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar High Level Meeting Tim Percepatan Dan...

Bupati Luwu Ucapkan Terimakasih Atas Kinerja Polri Saat Hadiri Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024

Rab, 10 Jul 2024 09:12:13am

LUWU, Pilarnewsonline.com - Polisi Resort (Polres) Luwu menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78 di Mapolres Luwu, Desa...

Kader PKS Siap Menangkan ABM-RAHMAT Di Pilkada Luwu 2024 Mendatang

Sel, 9 Jul 2024 05:59:13pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Bakal Calon Bupati Luwu Arham Basmin Mattayang (ABM) resmi mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Arham...

Polres Luwu Gelar Rakor Lintas Sektoral Netralitas TNI-Polri, ASN Dan Penyelenggara Pemilihan Jelang Pilkada 2024

Sel, 9 Jul 2024 05:24:33pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Jelang Pilkada serentak tahun 2024, Polres Luwu menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang mengusung tema terkait...

Enam Desa Di Kecamatan Latimojong Dukung Operasional MDA

Sab, 6 Jul 2024 08:48:40pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - PT Masmindo Dwi Area Mendapat Dukungan dari 6 Desa ring 1 di Latimojong terkait Komitmen Terhadap Keberlanjutan dan...

Tiga Pelaku Pelempar Minibus Di Ciduk Satreskrim Polres Luwu, Ini Motifnya Pelaku

Ming, 30 Jun 2024 03:26:03pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Satreskrim Polres Luwu amankan tiga orang warga Kelurahan Padang Sappa, Kec. Ponrang, karena diduga telah melakukan...

BKPSDM Luwu Berikan Materi Manajemen ASN Kepada Peserta CCKB Disdik

Sab, 29 Jun 2024 02:01:02am

MAKASSAR, Pilarnewsonline.com - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) turut serta hadir dalam kegiatan Coaching Clinic...

Wakili Kabupaten Luwu, BKPSDM Dan DKP Ikuti Interview EPSS 2024

Sab, 29 Jun 2024 01:57:10am

LUWU, Pilarnewsonline.com - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu mengikuti...