Ini Tiga Pandangan Presiden Jokowi dalam Menjadikan Hutan Bagian Aksi Iklim Global

Jum, 5 Nov 2021 08:10:01am Dilihat 0 kali author Admin
Indonesia iklim global,01

GLASGOW, PilarNews – Presiden Joko Widodo menyampaikan pandangannya terkait menjadikan hutan sebagai bagian dari aksi iklim global. Setidaknya ada tiga perspektif yang diutarakan Presiden saat menjadi pembicara pada World Leaders Summit on Forest and Land Use yang digelar di Scotish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, pada Selasa, 2 November 2021 lalu.

“Pertama, perhatian kita harus mencakup seluruh jenis ekosistem hutan, tidak hanya hutan tropis, tapi juga hutan iklim sedang dan boreal,” ucap Presiden. Kebakaran hutan, misalnya, berdampak pada emisi gas rumah kaca dan keanekaragaman hayati apapun jenis ekosistemnya. Kebakaran dahsyat di benua Amerika, Eropa, dan Australia juga menjadi kekhawatiran bersama.

“Indonesia siap berbagi pengalaman tentang keberhasilannya mengatasi karhutla dengan negara-negara itu,” imbuhnya. Lebih jauh, Presiden menjelaskan bahwa terkait pengelolaan hutan, Indonesia juga telah mengubah paradigmanya, dari manajemen produk hutan menjadi manajemen lanskap hutan. Hal tersebut menjadikan pengelolaan area hutan menjadi lebih menyeluruh.

Selain itu, Indonesia juga melakukan restorasi ekosistem mangrove yang berperan dalam menyerap dan menyimpan karbon. Indonesia memiliki lebih 20 persen total area mangrove terbesar di dunia. “Indonesia juga akan mendirikan Pusat Mangrove Dunia di Indonesia,” lanjutnya.

Kedua, Presiden Jokowi menilai bahwa mekanisme insentif harus diberikan bagi pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Sertifikasi dan standar produksi harus disertai market incentives, sehingga berfungsi mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan, bukan menjadi hambatan perdagangan.

Presiden juga menegaskan bahwa sertifikasi, metodologi, dan standar tersebut harus didasarkan pada parameter yang diakui secara multilateral, tidak dipaksakan secara unilateral dan berubah-ubah. Sertifikasi juga harus berkeadilan sehingga berdampak pada kesejahteraan, khususnya petani kecil.

“Sertifikasi juga harus pertimbangkan semua aspek SDGs sehingga pengelolaan hutan sejalan dengan pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Ketiga, Presiden Jokowi memandang perlunya mobilisasi dukungan pendanaan dan teknologi bagi negara berkembang. Menurutnya, komitmen harus dilakukan melalui aksi nyata, bukan retorika.

Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa memberi bantuan bukan berarti dapat mendikte, apalagi melanggar hak kedaulatan suatu negara atas wilayahnya. Dukungan harus country-driven, didasarkan pada kebutuhan riil negara berkembang pemilik hutan.

“Bagi Indonesia, dengan atau tanpa dukungan, kami akan terus melangkah maju. Kami kembangkan sumber-sumber pendanaan inovatif, di antaranya pendirian Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup, penerbitan green bond dan green sukuk, serta mengembangkan mekanisme Nilai Ekonomi Karbon sebagai insentif bagi pihak swasta dalam mencapai penurunan emisi,” jelasnya. (pn/anita-ris) Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Baja Juga

News Feed

Masmindo Percepat Upaya Distribusi Bantuan Untuk Warga Korban Bencana Alam Di Luwu

Kam, 16 Mei 2024 12:05:36pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Merespon kondisi darurat dimana bantuan logistik harus segera diterima oleh warga yang terdampak banjir dan longsor, PT...

Pj.Bupati Luwu Terima Bantuan Logistik Panglima TNI untuk Korban Bencana Alam

Sel, 14 Mei 2024 05:20:56pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Bantuan logistik bagi korban bencana longsor dan banjir Sulawesi Selatan terus berdatangan di Posko Utama yang terletak...

Pemkab Luwu Buka Seleksi Calon Direksi Perumda Air Minum Tirta Latimojong

Sel, 14 Mei 2024 05:15:10pm

LUWU, Pilarnewsonline.com – Pemerintah Kabupaten Luwu mengeluarkan pengumuman Nomor : Ol/TS.PDAM.LUWU/V/2024, tentang Seleksi Calon Direksi...

Posko Induk Sulsel Masih “Tertutup” Terkait Data Penyaluran Bantuan Bencana Alam, Ini Alasannya

Sel, 14 Mei 2024 04:31:18pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Penanggung Jawab Posko Induk Bantuan Bencana Alam di Sulsel, Abdul Malik Faisal, saat di konfirmasi terkait Data...

Meneladani Gerakan Kemanusiaan Kapolda, Kapolres Luwu, Angkat Bantuan Hingga Evakuasi Warga dari Desa Terisolir

Sen, 13 Mei 2024 05:53:45pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Bencana Alam banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah Kabupaten di Sulawesi Selatan, Jumat (3/5/2024), mengundang...

Peduli Bencana Alam Di Luwu, Kurir Langit Salurkan Bantuan Dan Ini Data Tercatat

Sen, 13 Mei 2024 04:48:35pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Kurir Langit Indonesia melakukan aksi cepat tanggap dalam bencana banjir Luwu selama 8 hari berturut-turut, sejak tanggal...

Kunjungi Lokasi Bencana  Alam Di Luwu, Mensos Ucapkan Terimakasih Ke Semua Pihak

Ming, 12 Mei 2024 05:01:09pm

TRI RISMAHARINI : "Terima Kasih Kepada Pak Kapolres Luwu Atas Peran Aktifnya Dalam Penanganan Bencana" Luwu - Menteri Sosial RI Tri Rismaharini,...

Pastikan Kondisi Bhara Daksa Latimojong dan Korban Lainnya, Wakapolda Sulsel Kunjungi Langsung di RS Batara Guru

Ming, 12 Mei 2024 04:54:19pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Bhara Daksa Latimojong anak dari Ibu Indri Warga Desa Ranteballa, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu yang dievakuasi...

Polres Luwu Lanjutkan Proses Evakuasi Warga Korban Bencana Tanah Longsor Di Kecamatan Latimojong

Ming, 12 Mei 2024 04:44:09pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Hari kelima pasca bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa kabupaten Luwu, Polres Luwu kembali melakukan proses...

Helikopter Milik TNI-Polri Bersama BNPB Kembali Berhasil Evakuasi 128 Warga Terisolir Di Latimojong, Ini Nama-Namanya

Ming, 12 Mei 2024 04:35:08pm

LUWU, Pilarnewsonline.com - Update terkini dari Media Centre bencana banjir dan tanah longsor di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Provinsi...